Contact us to pkmbrp.undip@gmail.com

News & Blog

Undip Tetap Berkomitmen Rehabilitasi Kawasan Pesisir

News & Blog

SEMARANG – Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro menginisiasi kembali rehabilitasi kawasan pesisir dengan menanam mangrove. Program penanaman ini berada di salah satu wilayah yang kerap terkena dampak banjir rob dan erosi yaitu kampung Tambakrejo, RW 16, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Judul program pengabdian ini adalah Pengembangan Kawasan Mangrove untuk Pemanfaatan Destinasi Ekowisata dan Konservasi Lingkungan di Kampung Tambak Rejo, RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang

Kegiatan rehabilitasi ini adalah kelanjutan dari program kerjasama Kelompok Peduli Lingkungan – Cinta Alam Mangrove Asri & Rimbun (KPL – CAMAR) dengan Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir (PKMBRP/ CoREM) Universitas Diponegoro. Tim Pengabdian ini diketuai oleh Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si., dengan anggotanya yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA., Dr. Kunarso, ST., M.Si., Dr. Muhammad Helmi, S.Si., M.Si., dan Dr. Lilik Maslukah, S.T., M.Si.

Dr. Muhammad Helmi dari Pusat Kajian Mitigasi Bencana Pesisir (PKMBRP/ CoREM) Undip menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya penyelamatan kawasan pesisir akibat bencana banjir pasang (rob) dan mendukung upaya pemerintah daerah Kota Semarang dalam konservasi dan pembentukan masyarakat pesisir tangguh bencana. Perakaran mangrove sangat efektif menjebak sedimen yang datang dari daratan melalui sungai dan aliran permukaan, serta menangkap sedimen di sepanjang pantai pada saat arus pasang. Sedimen yang terperangkap menyebakan elevasi muka tanah menjadi bertambah tinggi yang selanjutnya meningkatkan kestabilan pantai, mengembalikan pantai yang hilang karena  erosi/abrasi dan kemampuannya meningkat dalam meredam gelombang dan arus laut, serta mengurangi banjir rob. Ketua Departemen Oseanografi – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr. Kunarso, ST., M.Si., mengatakan sangat mendukung berbagai upaya rehabilitasi mangrove di pesisir Kota Semarang yang telah dan terus dilakukan atas kerjasama KPL – CAMAR dan Universitas Diponegoro. Kerjasama ini merupakan hal yang sangat positif dan memberikan manfaat yang besar khususnya bagi lingkungan pesisir, sehingga kedepannya dapat meningkatkan kuantitas mangrove yang tertanam dan memberikan dampak untuk perlindungan pantai juga kehidupan ekosistem biota pesisir ini menjadi lestari. “Kami akan terus mendukung program ini mulai dari pelatihan, penanaman hingga pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.” tuturnya. Dr. Lilik Maslukah, S.T., M.Si., menuturkan bahwa ekosistem mangrove berfungsi sebagai filter berbagai unsur kimia yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di daratan sebelum masuk ke laut. Mangrove dalam kemampuan bioakumulasi, dapat mengeliminasi berbagai unsur kimia berbahaya yang masuk ke laut.  Perlu diketahui juga keberadaan mangrove di pesisir mampu menjebak sampah makroplastik yang sering dikirim pada saat hujan, melalui aliran alir sungai, terutama pada saat banjir di musim hujan. Adanya hidrodinamika arus pasut dapat mendorong kembali sampah yang telah masuk ke perairan laut kembali menuju ke pantai dan ditahan di mangrove. Keberadaan pohon mangrove di pesisir dapat berfungsi menjebak sampah plastik ini sehingga tidak masuk ke laut yang lebih jauh. Dengan demikian, keberadaan mangrove yang terjaga kelestariannya dapat berperan dalam membantu memulihkan keseimbangan ekologis di pesisir.

Ketua Kelompok KPL CAMAR, Juraimi, menyampaikan bahwa kelompok ini didirikan pada 2 Desember 2011. KPL CAMAR bertujuan untuk melestarikan, menjaga dan menanggulangi lingkungan pesisir dari dampak erosi dan penurunan muka tanah. Juraimi menyatakan sangat beruntung dengan adanya Tim Pengabdian Undip yang membantu kelompoknya mulai dari memberikan bibit mangrove, pelatihan dan pendampingan dan berharap semoga hal tersebut dapat memberikan dampak positif kedepannya. Menurut Ketua RW 16 Tambakrejo, Slamet Riyadi, dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Pengabdian Undip yang telah menjalin kerjasama dengan wilayahnya melalui KPL – CAMAR untuk membantu menyelamatkan wilayah pesisir dari gerusan erosi dan banjir rob melalui kegiatan penanaman mangrove. Harapannya kedepan, semoga tetap terjalin kerjasama yang harmonis sehingga masyarakat di wilayah pesisir mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan dilibatkan dalam berbagai program agar dapat mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove dalam rangka mensejahterakan warganya.

Tim Pengabdian Mansyarakat dari Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip tetap berkomitmen sejak 2018 hingga saat ini untuk secara konsisten melakukan berbagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir di pantai utara Provinsi Jawa Tengah umumnya, dan khususnya di pesisir Kota Semarang. Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA meminta untuk kita semua terus berupaya dalam rehabilitasi dan restorasi mangrove untuk pemulihan ekosistem alamiah pesisir, mengembalikan fungsi ekologis mangrove sebagai area pemijahan, dan tempat berlindung dan habitat vital bagi beragam biota laut yang dapat mengembalikan daya dukung kawasan pesisir dan pemulihan ekonomi masyarakat melalui produksi perikanan, industri perikanan dan jasa ekowisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: